MURATARA – Suasana penuh keberkahan menyelimuti pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-X tingkat Kabupaten Musi Rawas Utara yang digelar di Lapangan Silampari, Kelurahan Muara Rupit, Selasa (28/04/2026). Meski hujan sempat mengguyur, hal itu justru menambah nuansa rahmat dan tidak sedikit pun menyurutkan langkah masyarakat dari tujuh kecamatan untuk hadir, menyaksikan, dan mengambil bagian dalam syiar Islam yang agung ini.
Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggema dari para qori dan qoria menghadirkan ketenangan dan kekhusyukan, seakan menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an adalah cahaya penuntun kehidupan, sumber keberkahan, serta pedoman dalam membangun peradaban yang berakhlak mulia.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Muratara, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen yang turut menguatkan syiar Islam di Bumi Baselang Serundingan.
Dalam sambutan Bupati Muratara yang disampaikan oleh Wakil Bupati H. Junius Wahyudi, ditekankan bahwa MTQ bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari ibadah dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Di tengah efisiensi anggaran, kita tetap melaksanakan MTQ karena ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi sarat nilai ibadah. Mari kita bumikan Al-Qur’an, kita hidupkan dalam hati, kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, karena dari sanalah akan lahir masyarakat yang beriman, bertakwa, dan berakhlakul karimah.
“Jika Al-Qur’an telah menjadi nafas kehidupan masyarakat, Insya Allah Muratara akan menjadi daerah yang diberkahi, maju dalam pembangunan, dan kuat dalam keimanan,” tambahnya.
Peserta MTQ berasal dari tujuh kecamatan, yakni Rupit, Karang Jaya, Karang Dapo, Rawas Ulu, Rawas Ilir, Nibung, dan Ulu Rawas. Mereka terdiri dari qori, qoria, hafiz, hafizah, hingga kaligrafer muda yang tidak hanya membawa kemampuan, tetapi juga semangat dakwah dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Kabag Kesra Setda Muratara, Irwan, menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ berlangsung selama lima hari, dari 28 April hingga 2 Mei 2026, dengan seluruh peserta difasilitasi oleh panitia.
“MTQ ini adalah ladang pahala, ruang untuk melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya fasih membaca, tetapi juga mampu menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan,” ungkapnya.
Ia berharap dari ajang ini lahir qori, qoria, hafiz, hafizah, dan kaligrafer muda yang memiliki keimanan kuat serta semangat juang tinggi, yang kelak mampu membawa nama baik Muratara di tingkat provinsi hingga nasional.
“Semoga MTQ ini menjadi wasilah keberkahan bagi daerah kita, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan mengantarkan Muratara menjadi negeri yang ilok untuk semua, dalam ridha Allah SWT,” tutupnya. (Ocep)









