MURATARA – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-X tingkat Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) resmi dibuka oleh Wakil Bupati Muratara, Junius Wahyudi, Selasa malam (28/04/2026).
Mengusung tema “Mencintai Al-Qur’an, Muratara Bermartabat”, kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Silampari, dan diikuti ratusan kafilah dari seluruh kecamatan.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut Wakil Ketua II DPRD Muratara Zainal Abidin, Sekretaris Daerah Elvandari, unsur Tripika, kepala OPD, para camat, serta tamu undangan lainnya.
Kepala Bagian Kesra Setda Muratara, Irwan Susi Sastro, dalam laporannya menyampaikan bahwa MTQ ke-X ini mempertandingkan enam cabang lomba dengan total 218 peserta dari tujuh kecamatan.
“MTQ ini berlangsung selama lima hari, mulai 28 April hingga 2 Mei 2026, dengan peserta dari Rupit, Karang Dapo, Karang Jaya, Rawas Ilir, dan kecamatan lainnya,” jelasnya.
Apresiasi juga disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Kepala Biro Kesra, Sunarto, yang menilai pelaksanaan MTQ tetap berjalan baik meski di tengah efisiensi anggaran.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Junius Wahyudi mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum MTQ sebagai sarana memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT. Melalui MTQ ini, kita berharap generasi muda Muratara tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang mampu mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi wadah pembinaan mental dan spiritual masyarakat.
“Kita ingin Muratara menjadi daerah yang bermartabat, aman, dan damai. Kedisiplinan serta nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi landasan dalam membangun daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar pelaksanaan MTQ berjalan jujur dan sportif, tanpa adanya praktik peserta “joki” dari luar daerah, kecuali yang memiliki garis keturunan asli Muratara.
MTQ ke-X ini diharapkan mampu melahirkan qori dan qoriah terbaik, sekaligus generasi yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan ajarannya dalam kehidupan nyata. (Ocep)









