MURATARA – Di tengah kebijakan efisiensi dan penghematan anggaran, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tetap menunjukkan komitmennya terhadap sektor pendidikan, khususnya kesejahteraan tenaga pendidik. Bupati Muratara, H. Devi Suhartoni, menegaskan bahwa para guru yang bertugas di wilayah terpencil tetap akan menerima tambahan insentif setiap bulan.
Kebijakan ini merupakan bentuk apresiasi nyata atas dedikasi para guru yang terus mengabdi di daerah dengan akses terbatas dan tantangan geografis yang tidak ringan.
“Tanpa guru, hidup kita akan gelap. Kami berterima kasih sedalam-dalamnya kepada para guru. Ini adalah komitmen kami agar mereka tetap semangat mengajar dan mampu memberikan pendidikan yang berkualitas,” ujar Bupati Devi Suhartoni.
Penambahan insentif tersebut menyasar guru-guru yang bertugas di 29 Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di wilayah terpencil, di antaranya Sungai Cinau Ulu Rawas, Translok Pauh dan Batu Kucing, BM Dua Arah Rompok, Sungai Gulo Rantau Kadam dan Sungai Jambu, serta Lubuk Kumbung, Transos Nibung, dan Jadi Mulia Ridan.
Selain fokus pada kesejahteraan guru, Pemerintah Kabupaten Muratara juga terus memperkuat akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Salah satu program unggulan yang tetap berjalan adalah sekolah gratis bagi seluruh siswa di sekolah negeri di bawah naungan pemerintah daerah.
Tak hanya itu, Pemkab juga memberikan bantuan perlengkapan sekolah berupa seragam dan tas bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Sementara itu, untuk tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK), pemerintah daerah berencana melakukan evaluasi terhadap biaya seragam agar tidak memberatkan orang tua, khususnya jika kondisi anggaran memungkinkan di masa mendatang.
Dalam upaya memastikan pemerataan pendidikan, Bupati Devi Suhartoni bersama Wakil Bupati Junius Wahyudi juga mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat desa.
“Di desa tidak boleh ada anak miskin yang tidak sekolah, tidak boleh ada warga yang sakit tanpa pengobatan, dan tidak boleh ada masyarakat yang kelaparan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pemkab Muratara juga mendorong inovasi di lingkungan sekolah guna membentuk karakter dan kemandirian siswa. Salah satunya melalui program mengaji pagi sebelum kegiatan belajar dimulai sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai religius.
Selain itu, sekolah juga didorong untuk memanfaatkan lahan yang ada dengan menanam berbagai kebutuhan dapur seperti cabai, terung, dan sayuran lainnya. Program ini tidak hanya bertujuan untuk penghijauan lingkungan sekolah, tetapi juga mendukung ketahanan pangan skala kecil.
“Salam hormat untuk seluruh bapak dan ibu guru. Tetap semangat mengabdi demi masa depan anak-anak Muratara yang lebih berkualitas,” tutup Bupati. (Ocep)









