Status Siaga Banjir Muratara: Puluhan Ribu Warga Terdampak, Ancaman Banjir Susulan Masih Mengintai

MURATARA – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Musi Rawas Utara sejak Kamis (7/5/2026) belum sepenuhnya berakhir. Meski sebagian wilayah mulai surut, ancaman banjir susulan dan cuaca ekstrem masih membayangi masyarakat di sejumlah kecamatan terdampak.

Berdasarkan laporan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Musi Rawas Utara hingga Minggu malam (10/5/2026), sebanyak 14.167 rumah terdampak banjir dengan total 54.266 jiwa terdampak langsung akibat meluapnya sungai setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Muratara selama beberapa hari terakhir.

Empat kecamatan yang terdampak cukup parah yakni Kecamatan Karang Jaya, Kecamatan Rupit, Kecamatan Karang Dapo, dan Kecamatan Rawas Ilir. Sejumlah desa masih mengalami genangan, terutama di wilayah Rawas Ilir yang hingga kini terus dipantau petugas.

Selain merendam ribuan rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur vital. Empat jembatan gantung dilaporkan putus total, sementara sejumlah fasilitas kesehatan, sekolah, rumah ibadah, lahan pertanian, dan perkebunan masyarakat ikut terdampak.

Situasi ini semakin memprihatinkan setelah satu korban jiwa dilaporkan meninggal dunia, yakni seorang balita perempuan bernama Shanum Aqila Fitri (3). Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa bencana banjir bukan hanya mengancam harta benda, tetapi juga keselamatan jiwa masyarakat.

BPBD Muratara bersama tim gabungan dari berbagai instansi terus melakukan langkah penanganan darurat, termasuk evakuasi warga, pendataan korban, monitoring debit air, hingga pendirian dapur umum. Namun demikian, kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan membuat masyarakat diminta tidak lengah.

Warga yang tinggal di bantaran sungai maupun wilayah rendah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan naiknya debit air secara tiba-tiba. Masyarakat juga diimbau untuk mengamankan dokumen penting, menjaga anak-anak agar tidak bermain di area banjir, serta segera melapor kepada petugas apabila terjadi kondisi darurat.

BPBD Muratara menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Masyarakat diminta terus mengikuti informasi resmi pemerintah dan tidak mengabaikan peringatan potensi banjir susulan yang sewaktu-waktu dapat terjadi apabila curah hujan kembali meningkat di wilayah hulu sungai. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *